Metode utama pembuatan pati beras pregelatinisasi diklasifikasikan menjadi dua kategori: pengolahan basah dan pengolahan kering. Pengolahan basah melibatkan pencampuran pati beras dengan air, memasukkan campuran tersebut ke dalam gelatinisasi pada suhu dan tekanan tinggi, kemudian mengeringkan dan menghancurkannya untuk mendapatkan pati yang telah dipregelatinisasi.
Pengolahan kering, sebaliknya, memerlukan perlakuan panas kering pada suhu tinggi untuk menginduksi gelatinisasi parsial, diikuti dengan penghancuran dan pengayakan untuk menghasilkan pati pregelatinisasi. Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda: pengolahan basah memiliki prosedur yang lebih sederhana namun memerlukan konsumsi energi yang lebih tinggi, sedangkan pengolahan kering mengkonsumsi lebih sedikit energi namun memerlukan investasi peralatan yang lebih besar.

