Pemilihan bahan fluida pengeboran yang tepat sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan operasi pengeboran. Ketika memilih bahan fluida pengeboran, faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan:
Kondisi Geologi: Kondisi geologi berbeda-beda di berbagai wilayah; oleh karena itu, penting untuk memilih bahan fluida pengeboran yang sesuai dengan keadaan setempat. Misalnya, untuk formasi berpasir lepas, diperlukan fluida pengeboran dengan viskositas lebih rendah; sebaliknya, untuk formasi batuan keras, sebaiknya dipilih fluida dengan kekuatan geser yang lebih tinggi.
Tujuan Pengeboran: Tujuan pengeboran yang berbeda memerlukan pemilihan bahan fluida pengeboran yang berbeda. Misalnya, jika tujuannya adalah untuk menggambarkan cadangan minyak dan gas, diperlukan fluida pengeboran dengan kepadatan lebih tinggi; sedangkan jika tujuannya adalah untuk mengekstraksi minyak dan gas, cairan dengan pelumasan yang unggul harus dipilih.
Persyaratan Teknik: Persyaratan teknik yang bervariasi memerlukan pemilihan bahan fluida pengeboran tertentu. Misalnya, untuk sumur dalam dan sangat-dalam, diperlukan cairan pengeboran dengan kehilangan cairan yang rendah; sedangkan untuk sumur horizontal dan sumur yang sangat menyimpang, fluida dengan pelumasan yang unggul harus dipilih.
Peraturan Lingkungan: Persyaratan lingkungan harus diperhitungkan ketika memilih bahan fluida pengeboran. Prioritas harus diberikan pada pemilihan bahan yang tidak-beracun, tidak berbahaya, dan dapat terurai secara hayati bila memungkinkan untuk meminimalkan pencemaran lingkungan.
Pertimbangan Biaya: Terakhir, persyaratan biaya juga harus dipertimbangkan. Asalkan efisiensi dan keselamatan pengeboran terjamin sepenuhnya, kita harus berupaya untuk memilih-bahan fluida pengeboran yang lebih murah untuk membantu mengurangi biaya pengeboran secara keseluruhan.

